Entah kenapa kadang-kadang orang belum apa-apa bilang bahwa “ahh hidup ini sudah ada yang mengatur!”. Saya sempat ngobrol bareng teman-teman seusai lebaran kemaren, salah satu teman saya bingung untuk merencanakan putranya ingin diarahkan ke keahlian seperti apa, apa ingin menjadi guru, dosen atau yang lain, nah disaat saya dan teman saya memperbincangkan itu, teman saya ada yang nyeletuk “ahh hidup ini sudah ada yang mengatur!”.

Kenapa ya kebanyakan dari kita selalu bilang seperti itu, kita belum bebuat apa-apa statemen tersebut sudah kemuar duluan dari mulut sebagian besar kita. Sepertinya saya kurang setuju dengan “statemen” itu, hanya statemennya saja bukan dalam artian yang riilnya. Untuk arti yang riilnya saya rasa kita umat beragama pasti setuju dan mengimani bahwa hidup ini sudah ada yang mengatur yaitu Allah SWT.

Ada beberapa hal yang memang harus kita yakini betul bahwa hidup, mati, jodoh dan rekeki adalah Allah SWT yang mengaturnya, tetapi manusia diciptakan oleh Allah SWT memiliki akal dan pikiran agar manusia ini belajar seluruh ilmu yang telah Allah ciptakan di langit dan dimuka bumi. Allah telah menurunkan Wahyu-Nya dalam surat yang Al-’Alaq bahwa manusia itu harus belajar. Kata “iqra” dalam surat tersebut mempunyai arti yang sangat luas sekali, apalagi jika dikaitkan dengan kita sebagai manusia yang mempunyai akal pikiran.

Menurut saya Allah  SWT menciptakan manusia ada 4 kemampuan dasar, yaitu

  1. Berencana/bermimpi/cita-cita
  2. Berikhtiar/kerja keras/berusaha
  3. Berdoa/memohon
  4. Bertawakkal/berserah diri

Nah, 4 kemampuan dasar manusia ini harus dikaitkan satu sama lainnya secara berurutan. Seperti statemen teman saya tadi bahwa ketika ia ingin merencanakan sesuatu terhadap putranya dikemudian hari kemuadian teman saya yang lain langsung mengeluarkan statemen “ahh hidup ini sudah ada yang atur!” point inilah yang perlu digaris bawahi oleh kita semua bahwa kita belum melakukan semua ke-4 point diatas sudah ada sanggahan seperti itu.

Oke, kita bahas satu persatu ke 4 point diatas. Bolehkan manusia itu berencana? bermimpi? punya cita-cita? menurut saya sih boleh-boleh saja tetapi tidak berlebihan, yang tidak boleh adalah “menghayal”, terus apa bedanya bermimpi sama menghayal? tentu saja berbeda, anda pasti sudah tahu bedanya kan? :)

Kemudian setelah kita sudah mengerjakan point pertama tadi, ikuti denga point ke-2, Berikhtiar atau berusaha dengan kerja keras semampu kita untuk mewujudkan mimpi atau cita-cita kita tadi. Kemudian dilanjutkan dengan berdoa, berdoa dan memohon kepada Allah adalah suatu mukjizat bagi saya agar sesuatu yang kita impikan itu di ridhoi dan di kabulkan oleh Allah SWT.

Baru kemudian yang terakhir adalah bertawakkal kepada Allah SWT, serahkan dan pasrahkan semua urusan hanya kepada-Nya. Yakinlah bahwa Allah SWT akan mengabulkan semua cita-cita-usaha dan doa kita. Allah berfirman bahwa “Allah tidak akan merubah suatu kaum jika suatu kaum tersebut tidak ingin merubah”.  Allah juga Maha Berkehendak atas apa yang Dia kehendaki.